Rabu, 31 Agustus 2011

Ilmuwan muslim - Al-Khwarizmi


 
AL – KHWARIZMI
Bapak Matematika Islam

Nama lengkap al-khwarizmi adalah Abu Ja’far Muhammad bin Musa al-khwarizmi. Ia lahir pada tahun 780 di Khwarizmi, sebuah kota kecil di pinggiran sungai Oxus, Uzbekistan. Ia dipanggil dengan sebutan al-khwarizmi, untuk menunjukkan tempat kelahirannya. Di barat, terutama di eropa ia dikenal dengan nama algoarismi, algorism atau algoritma. Ketika al-khwarizmi masih kecil, kedua orang tuanya pindah dari uzbekistan menuju baghdad, irak. Pada masa itu irak berada di bawah pemerintahan khalifah al-Ma’mun (813-833).
Al-khwarizmi terkenal karena teori Algoritmanya. Selain itu, ia juga menciptakan teori matematika lain, misalnya aljabar yang disebut aritmatika (ilmu hitung) oleh para ilmuwan barat.
Pada masa itu, aljabar menggunakan angka-angka arab. Aljabar diambil dari kata depan judul buku yang dikarangnya, yaitu al-Jabr wa al-Muqabilah. Dalam buku ini, ia merumuskan dan menjelaskan secara detail tabel Trigonometri. Tak hanya itu, buku tersebut juga memperkenalkan sejumlah teori kalkulus dasar. Kehebatan al-khwarizmi lainnya adalah ia tidak hanya mampu mengenali suatu hal sebagai subjek, tapi juga mampu menyelesaikan masalah yang ada dalam subjek tersebut
Atas kontribusinya itu, al-khwarizmi dianggap sebagai tokoh paling penting dalam sejarah perkembangan ilmu matematika, terutama aljabar. Dia adalah ilmuwan muslim pertama yang terkenal di bidang ini. Sebuah karangan al-khwarizmi yang dianggap penting dan telah disalin dalam bahasa latin adalah Trattari d’Arithmetica. Buku tersebut membahas beberapa soal hitungan , asal-usul angka, dan sejarah angka-angka yang sekarang kita gunakan. Trattari d’Arihmetica diterbitkan pada tahun 1857 di roma.
Pada era Copernicus, seseorang tidak bisa disebut sebagai ahli matematika jika tidak mampu menganalisa karya ilmiah para ahli matematika terdahulu. Oleh karena itu, para ahli pada masa itu berlomba-lomba menyalin beberapa contoh praktis untuk dianalisa, misalnya tentang perhitungan ketinggian gunuing, kedalaman lembah, dan jarak antara dua buah objek, atau permukaan yang tidak rata. Al-khwarizmi sendiri menganalisa dan mengoreksi kesalahan yang terdapat dalam sebuah tulisan mengenai aljabar karya Diophantus dari yunani (250 SM).
Ia menjelaskan kembali teori ciptaan Diophantus, sebelum kemudian mengembangkannya. Selain itu, ia juga menambahkan beberapa rumus lain, seperti rumus segitiga dna menyususn daftar logaritma.
Al-khwarizmi juga menghasilkan karya dibidang astronomi. Ia membuat sebuah tabel yang khusus mengelompokkan ilmu perbintangan ini. Pada awal abad XII, sejumlah karya al-khwarizmi diterjemahkan kedalam bahasa latin oleh Adelard of Bal dan Gerard of Cremona. Selanjutnya, karya al-khwarizmi versi bahasa latin tersebut diterjemahkan lagi kedalam sejumlah bahasa yang digunakan dieropa. Terakhir, karya tersebut diterjemahkan dalam bahasa cina. Beberapa universitas di eropa menggunakan buku karya al-khwarizmi sebagai bahan acuan dan buku teks pelajaran untuk para mahasiswanya sehingga memasuki pertengahan abad XVI.
Al-khawrizmi meninggal dunia pada tahun 850.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar